Minggu, 08 Januari 2012

Materi Sosiologi XII IPS 01

PERUBAHAN SOSIAL

Proses Perubahan Sosial
Perubahan sosial adalah adanya ketidak-sesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial sehinggamenghasilkan suatu pola kehidupan baru.

Perubahan sosial merupakan modifikasi struktur sosial atau lembaga sosial dan pola hidup masyarakat. Perubahan dapat berupa kemajuan (progress) atau bahkan sebaliknya berupa suatu kemunduran (regress).

Proses perubahan sosial berdasarkan teori adalah :
1.    Teori Evolusioner
2.    Teori Fungsionalisme
3.    Teori Konflik
4.    Teori Psikologi Sosial

Bentuk perubahan sosial
1.    Perubahan Lambat (evolusioner)
2.    Perubahan Cepat (revolusoner)
3.    Perubahan Kecil
4.    Perubahan Besar
5.    Perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki.

Faktor penyebab perubahan sosial
1.    Faktor Pendorong
a.    Faktor Internal
1)   Bertambah dan berkurangnya penduduk
2)   Inovasi, discovery dan invention
3)   Konflik
4)   Terjadinya pemberontakan atau revolusi
b.    Faktor Eksternal
1)   Lingkungan fisik yang ada disekitar manusia
2)   Peperangan
3)   Pengaruh budaya masyarakat lain (difusi)

2.    Faktor Penghambat
a.    Konservatisme Elit (cenderung mempertahankan tradisi dan budaya masa lalu)
b.    Sistem Sosial yang Tertutup
c.    Pendidikan yang buruk
d.    Komposisi Penduduk yang Homogen
e.    Hambatan yang bersifat ideologis
Dampak perubahan sosial :
Dampak adalah akibat yang timbul dari suatu peristiwa. Dampak perubahan sosial adalah akibat yang timbul dari peristiwa perubahan sosial. Dampak tersebut bisa dibagi menjadi positif dan negatif.

Dampak Positif
Secara umum dampak positif perubahan sosial adalah kemungkinan tercapainya tahap perkembangan sosial baru yang lebih maju dan lebih baik dari keadaan sebelumnya. Sedangkan secara khusus dampak positif perubahan sosial dapat berbentuk sebagai berikut :

1.    Modernisasi
Arti kata modernisasi berasal dari bahasa latin modernus yang dibentuk dari kata modo dan ernus. Modo artinya cara dan Ernus artinya menunjuk pada adanya periode waktu masa kini.
Modernisasi adalah proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern.
Atau modernisasi adalah perubahan masarakat dan kebudayaan dalam seluruh aspeknya dari hal-hal yang bersifat tradisional menuju manuju hal-hal bersifat modern (kekinian).
Modernisasi menyangkut hal-hal :
a.    Proses perubahan sosial jangka panjang yang terarah dan direncanakan.
b.    Transformasi berbagai aspek kehidupan masyarakat tradisional
c.    Ditandai dengan adanya industrialiasi
d.    Merujuk pada kemajuan negara-negara maju.
Syarat modernisasi (Soerjono Soekanto) adalah :
a.    Cara berpikir ilmiah.
b.    Sistem administrasi birokrat
c.    Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan berpusat pada satu lembaga.
d.    Penciptaan iklim yang menyenangkan terhadap media massa.
e.    Tingkat organisasi tinggi, terutama disiplin diri.
f.     Sentralisasi wewenang dala perencanaan sosial

2.    Globalisasi
Proses Globalisasi secara umum terjadi di bidang perdagangan international yang akan erpengaruh pada bidang-bidang lain. Globalisasi mulai terjadi antara akhir abad ke-20 dan permulaan abad ke-21.
Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.
Globalisasi terjadi karena faktor nilai budaya luar antara lain :
a.    Selalu meningkatkan pengetahuan.
b.    Patuh hukum.
c.    Kemandirian.
d.    Kemampuan melihat masa depan.
e.    Keterbukaan.
f.     Etos kerja.
g.    Rasionalisasi
h.    Efesiesi dan produktivitas
i.     Keberanian bersaing, bertanggung jawab dan menanggung resiko.
Globalisasi bisa terjadi melalui berbagai saluran yaitu :
a.    Lembaga Pendidikan dan ilmu Pengetahuan.
b.    Lembaga Keagamaan.
c.    Lembaga Perniagaan dan Industri Internasional.
d.    Saluran Komunikasi dan Telekomunikasi internasional.
e.    Wisata Mancanegara.
f.     Lembaga Internasional yang Mengatur Peraturan Internasional.
g.    Lembaga Kenegaraan, seperti hubungan diplomatic dan konsuler.
3.    Demokratisasi
Proses perkembangan ideologi sebuah negara memicu berlangsungnya perubahan masyarakat di bidang politik. Dalam konteks keindonesiaan, negara ini pernah mengalami perkembangan pasang surut dari Demokrasi Liberal, Demokrasi Terpimpin sampai kembali ke Demokrasi Pancasila.
Demokratisasi dalam sebuah negara adalah gerbang dimana perubahan-perubahan dalam masyarakat bisa terjadi dengan cepat. Faktor yang paling mendukung adalah diikut sertakannya rakyat dalam arti luas meliputi masyarakat yang ada adalam sebuah negara, sebagai bagian yang memiliki peran dalam segala bentk perubahan.
Dalam demokratisasi, hak-hak rakyat secara asasi dapat direalisasikan dalam bentuk aktivitas, sehingga proses pembangunan dan pembaharuan berjalan dengan lancar.

Dampak Negatif
Secara umum dampak negatif dari perubahan sosial adalah sesuatu yang terkait dengan kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan masyarakat, atau bahkan merusak kelangsungan sosial akibat berlangsungya perubahan sosial. Secara khusus perubahan sosial tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Westernisasi
Istilah westernisasi  dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti Pemujaan Terhadap Barat secara Berlebihan. Sedangkan pengertian umum Westernisasi adalah sikap meniru dan menerapkan unsur kebudayaan Barat  seperti apa adanya tanpa diseleksi.
Proses westernisasi berlangsung melalui interaksi sosial berupa kontak sosial langsung ataupun tidak langsung, terutama melalui media cetak dan elektronik (buku, majalah, televisi, video, internet).
Di bawah ini adalah tabel yang memberikan penggarisan besar dalam membedakan modernisasi dengan westernisasi
Modernisasi
Westernisasi
1.       Pengaruh datang dari berbagai penjuru dunia.
2.       Diseleksi, diorganisasi, dan direncanakan.

3.       Menimbulkan Pengaruh Positif.
4.       Lebih bersifat menyeluruh pada aspek kehidupan.
1.       Pengaruh datang dari bangsa Barat.
2.       Tidak diseleksi, diorganisasi, dan tidak direncanakan.
3.       Menimbulkan Pengaruh Negatif.
4.       Berlangsung pada aspek tertentu


2.    Sekularisme.
Sekalularisme adalah ideologi yang dianut sebagian besar masyarakat Barat dengan penekanan bahwa kenyataan sosial adalah sebuah tatanan kehidupan yang memberikan pemisahan antara aspek religi dengan aspek politik (pemerintahan).
Jadi sekulariasi adalah suatu proses pemisahan antara nilai keagamaan dan nilai kepentingan duniawi dengan penekanan pada kepentingan duniawi.


3.    Konsumerisme
Pola hidup konsumtif memicu pandangan yang baku bahwa lebih baik mengkonsumsi barang jadi dari pada memproduksi barang jadi. Dampak dari perubahan pola hidup masyarakat tersebut menyebabkan kemampuan daya beli masyarakat meningkat, sehingga membuat para penguasa memproduksi segala macam barang kebutuhan, padahal belum tentu memiliki dana.

4.    Hedonisme.
Pandangan sosial terhadap perilaku masyarakat yang hanya menitikberatkan perilaku atau pola hidup berdasakan aspek yang mendatangkan kenikmatan semata sebagai dasar segala-galanya.