Rabu, 04 November 2020

MEREBUT MAKNA, BELAJAR BAHASA KEHIDUPAN


Dalam bahasa yang kita gunakan, kata Ludwig Wittgenstein, ahli filsafat bahasa dari Austria, tersirat suatu orientasi hidup yang bukan saja mencakup konsep yang kita anut mengenai sekitar, melainkan juga perasaan, nilai, pikiran, kebudayaan, hingga takhayul. Bahasa amat penting. Ialah yang menentukan hubungan dan pergaulan dalam segala segi di masyarakat.

Dengan bahasa kita dapat menyembunyikan dan mengungkap pikiran, dengan bahasa pula kita mencipta dan menyudahi konflik. Karena bahasa, kita menyerahkan cinta dan dengannya pula kita mengumumkan perang. Singkatnya, bahasa adalah petunjuk kehidupan dan gambaran dunia kita. Padanya ditemukan analisis objektif kehidupan kita.

Dengarkan laporan dan berita di televisi, bising ujaran di kampus, dan saksikan kemampuan baca tulis di hampir semua lapisan. Kalimat yang tidak koheren, ejaan serampangan, pilihan kata yang bersalahan sampai ke kisah yang tidak berkembang dan mudah ditebak apalagi tidak imajinatif, ditemukan di banyak terbitan. Buku yang amat diminati, bahkan dipenuhi bahasa lisan.

Deskripsi-deskripsi serupa ini, "Seharian di rumah terus, keluar rumah kalo kuliah aja. Kalo nggak ada kuliah? Ya ngurung diri di kamar masing-masing. Kalo nggak belajar, ya tidur. Seringnya malah belajar sambil ketiduran. Aneh juga, ya? Nggak biasanya anak kos yang centil-centil itu nggak bertingkah. Biasanya, begitu denger ada sale di mal atau ada pagelaran konser musik oke, hebohnya sejak dua bulan sebelumnya." bagaimanapun, menunjukkan bahwa ada yang salah dengan-pengguna-bahasa Indonesia.

Tentu saja contoh itu tidak mungkin dipahami dengan cara pukul rata, apalagi dari satu segi saja. Sekilas contoh itu dapat diterima sebagai hasil pendidikan yang semrawut, dapat juga mewakili jiwa yang ingin bebas. Tampak ketidakpedulian, terasa pelecehan, dan keduanya memastikan bahwa bahasa Indonesia tidak dianggap penting juga tak berharga bagi pemiliknya. Tetapi, bila kita percaya pada bahasa sebagai buah pikiran, alat logika untuk meramu idiom demi penyampaian pikiran dan perasaan, cara berbahasa harus dikaitkan dengan kemampuan berpikir. Kecermatan dan kesantunan berbahasa dengan begitu, adalah cerminan nalar dan budaya seseorang.

Hal itu mengantar kita pada sekolah yang mendidik siswa mampu membaca dan menulis dalam pelajaran bahasa Indonesia. Apakah yang terjadi di sekolah? Apakah dengan semua upaya, dana, waktu, dan tenaga yang dicurahkan, kita hanya akan menuai kegagalan? Bagaimanakah caranya mengelola mata pelajaran bahasa Indonesia sehingga menarik dan dapat berbekas pada siswa? Adakah jalan sehingga dengan belajar bahasa siswa menemukan minat dan dengan begitu dapat mengembangkan potensinya apalagi menemukan jati dirinya?

Pertama, harus dipercaya, belajar bahasa yakni membaca, menulis, dan berbicara adalah bagian dari proses berpikir. Dengan bahasa, siswa dimampukan berpikir kalau boleh hingga ke tataran yang rumit karena tersedianya sebuah struktur untuk mengekspresikan dan mengenali hubungan antarkonsep dan dengan itu ia dapat berkomunikasi dengan sesamanya. Dalam pelajaran bahasa, siswa belajar tentang bagaimana berkomunikasi sambil mengenali cara berpikir yang sesuai budaya bahasa yang dipelajarinya. Karena itu, semua upaya di kelas dikerahkan untuk memampukan komunikasi dan menumbuhkan keterampilan berpikir kritis. Contoh keseharian tulisan membuktikan bahwa siswa tak biasa dan bisa berpikir. Bercakap dan berkomunikasi juga sulit bagi banyak orang. Hal yang sama tampak pula pada bacaan mereka.

Kedua, karena bahasa adalah pikiran dan perasaan yang lahir dari sebuah budaya dan dunia, maka siswa hanya akan terlibat dalam pelajaran bahasa kalau ia diperlakukan sebagai subyek, diizinkan masuk secara aktif dalam dunia yang sedang dibacanya, dan membuat bacaannya menjadi bagian dari dirinya. Inilah yang disebut Paulo Freire sebagai membaca dan menulis yang tumbuh dari gerakan dinamis "membaca dunia", yaitu berbincang tentang pengalaman, berbicara bebas dan spontan, dan tidak memisahkan membaca dan menulis huruf dan kata dari membaca dan menulis kehidupan.

Ketiga, dengan kerendahan hati guru perlu menyadari pentingnya peningkatan pengetahuan tentang siswa, mengenai bahasa yang diajarkan dan harus diyakini, apalagi perihal kehidupan sebagai sumber dan alasan pentingnya berbahasa dan menjadi manusia. Guru perlu sabar dan toleran menghadapi dan menerima siswa dan senantiasa tak sabaran untuk memberikan yang terbaik. Dengan menyadari kompleksitas perkembangan siswa, para penentu keberhasilan diharapkan mengasihi siswanya secara afirmatif, sekaligus dapat menerima dan mendorongnya berbuat lebih banyak, yang membuatnya makin bertanggung jawab atas tugasnya. Kualitas itu menguatkan guru untuk memotivasi siswa menginterpretasi bacaannya, merebut makna dan menulis ulang apa yang dibacanya, dan berubah karenanya.

Sayang, Uji Coba Ujian Akhir Nasional Bahasa Indonesia SLTP 20 April 2003 lalu menunjukkan betapa pendidikan bahasa di Indonesia masih menganut konsep perbankan, karena ujian direkayasa melulu untuk memeriksa apa yang diterima siswa-yang dideposito para guru-apa yang mereka kunyah dan hafalkan. Soal pilihan ganda tentu meniscayakan pengetahuan tentang bahasa bukan keterampilan berbahasa.

Penyempitan makna, kalimat berobyek, kata ganti, keterangan kesalingan, hubungan pengandaian, makna akhiran, kalimat majemuk antara lain diujikan. Hal dilematis timbul saat siswa harus menentukan watak tokoh dalam karya sastra berdasarkan hanya satu alinea.

Sebuah karya terbitan tahun 30-an, tentang seorang tokoh berumur 27 tahun yang merisaukan jodohnya, sudah jelas jauh dari dunia anak SLTP. Dari ujian ini tampak kebutuhan siswa diabaikan, disangka berpikir alih-alih dibiarkan menebak, dan masih diperlukan cara melibatkan perasaan dan minat mereka.

Jadi, apakah yang dapat dilakukan, dan perubahan manakah yang diperlukan? Pusat pengajaran bahasa haruslah siswa, demi pemahaman, minat, dan kebutuhan mereka. Siswa penuh dengan bahasa dan amat gembira belajar. Kemampuan mereka mengonstruksi makna juga istimewa sehingga para pengajar bisa dengan mudah menjadi pembelajar ketika berhadapan dengan siswa. Karena yang utama dalam pelajaran bahasa adalah kebersatuan bacaan, tulisan, dan ujaran siswa dengan dunia yang hendak dikenalinya, maka guru perlu menjadi satu dengan siswa, punya kegirangan menjelajah mengenali kehidupan, ingin tahu dan suka berkelana.

Pengajaran bahasa dengan demikian adalah upaya melibatkan murid, yang tidak bisa diperlakukan melulu sebagai pelatihan teknis, tetapi harus menghubungkannya dengan perasaan, minat, dan kebutuhan mereka. Keberhasilannya tergantung dari partisipasi dalam dialog yang terencana.

Untuk itu, dua jam pertama setiap hari di sekolah hendaknya dipersembahkan untuk bahasa, dan sepanjang hari upaya bernalar, mempertimbangkan rasa dengan mengedepankan keperluan siswa menjadi utama. Karena membaca dan menulis adalah cara untuk menemukan arah dan arti, keindahan dan keintiman hidup yang dapat mencipta dan membangun kehidupan siswa. Hanya dengan mengajar bahasa dengan benar kita membantu anak mendapatkan haknya sebagai anggota keluarga umat manusia.

Riris K Toha-Sarumpaet Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Senin, 19 Oktober 2020

MEMBEDAH INDUSTRI PENDIDIKAN TINGGI

 

KOMPETISI global juga sudah melanda dunia pendidikan. Setiap tahun, saat lulusan SMA dan SMK bersaing untuk mendapatkan institusi pilihan, perguruan tinggi pun berlomba-lomba mempromosikan diri dan menjaring calon-calon mahasiswa potensial. Potensial bisa berarti mampu secara akademis atau finansial.

PERGURUAN tinggi dari luar negeri pun tidak mau kalah, dan gencar berpromosi. Begitu pula perguruan-perguruan tinggi swasta (PTS) melakukan berbagai upaya pemasaran dan menjadikan dunia pendidikan tinggi seperti bisnis dan industri. Kini beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) tidak mau ketinggalan dengan membuka jalur khusus atau ekstensi.

Persaingan merebut kue

Akhir tahun ajaran jenjang pendidikan SLTA sebenarnya jatuh sekitar bulan Mei. Para lulusan SMA/SMK biasanya mendapat surat tanda tamat belajar (STTB) dan surat tanda kelulusan (STK) sekitar bulan Juni. Namun sebelum mengikuti ujian akhir nasional (UAN), sebagian siswa SMA/SMK -terutama yang nilai rapor hingga semester lima tidak di bawah rata-rata-sudah mendapat tempat di perguruan tinggi.

Beberapa perguruan tinggi sudah melakukan ujian seleksi masuk dan menerima siswa SMA/SMK sekitar bulan Maret dan April. Bahkan ada perguruan tinggi yang sudah memulai seleksi gelombang pertama pada Januari dan Februari.

Beberapa tahun terakhir ini, seleksi mahasiswa baru menjadi makin dini karena perguruan tinggi berlomba-lomba memajukan tanggal penerimaan mahasiswa baru untuk menjaring mahasiswa pilihan sebelum didahului perguruan tinggi pesaing. Dalam semangat persaingan ini, ada perguruan tinggi yang menetapkan seleksi gelombang pertama pada awal tahun, tetapi sebetulnya diam-diam sudah memastikan untuk menerima mahasiswa pilihan sekitar bulan Oktober dan November ketika siswa SMA/SMK belum mengikuti ujian akhir semester gasal. Seleksi pra-gelombang pertama ini dibungkus dengan nama jalur prestasi, jalur khusus, jalur kerja sama, dan semacamnya.

Praktik penerimaan mahasiswa baru ketika mereka masih berstatus siswa kelas III, sering menimbulkan protes dari pihak sekolah menengah. Ada keluhan, siswa kelas III yang sudah diterima di perguruan tinggi menunjukkan kecenderungan meremehkan pelajaran dan guru mereka, meski beberapa perguruan tinggi menjanjikan bisa saja membatalkan penerimaan jika ada laporan pihak SMA/SMK mengenai tindakan indisipliner siswa.

Keluhan lain pihak SLTA adalah kedatangan dan kunjungan perguruan tinggi yang meminta waktu untuk melakukan presentasi kepada siswa kelas tiga. Akibat frekuensi kunjungan yang begitu besar, banyak kepala dan guru SLTA menghkhawatirkan terganggunya jadwal kerja dan pelajaran sekolah.

Di satu sisi, siswa kelas III memang membutuhkan informasi dan sosialisasi dari perguruan tinggi. Tetapi di sisi lain, jika kepala SMA/SMK melayani setiap permintaan perguruan tinggi untuk mengadakan presentasi, banyak waktu pelajaran harus dikorbankan, sementara siswa kelas III juga harus menyiapkan diri menghadapi UAN.

Beberapa SMA-terutama yang favorit dan menjadi target PTS-mengakomodasi kedua kebutuhan ini dengan menyediakan satu atau dua hari khusus untuk informasi studi dan mengundang PTS (dalam negeri maupun perwakilan PT luar negeri).

Untuk mendapatkan calon mahasiswa yang bersedia membayar sumbangan masuk antara Rp 3 juta hingga di atas Rp 30 juta, pihak perguruan tinggi tidak keberatan membayar sewa stan atau memasang iklan di buku kenangan yang dibuat sekolah. Jadinya, selain memberi kesempatan bagi siswa untuk window shopping sebelum membuat keputusan akhir, ajang promosi perguruan tinggi juga memberi kesempatan bagi siswa SMA untuk mendapat dana tambahan yang mungkin dipakai untuk keperluan sekolah maupun kesejahteraan guru. 

Program unggulan

Akreditasi program studi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan syarat minimal namun tidak cukup memadai untuk dijadikan poin jual. Kini perguruan tinggi berlomba mengemas dan menonjolkan beberapa program unggulan lain, di antaranya sertifikasi internasional, kerja sama dengan industri, dan kerja sama internasional. Sertifikasi internasional bisa berupa pengakuan dari organisasi profesi di luar negeri (misalnya ada program bisnis yang mengklaim mendapatkan pengakuan AACSB, American Association of Colleges and Schools of Business) atau sertifikasi kendali mutu yang biasanya dilakukan di dunia industri (ada PTS yang telah memperoleh ISO 9001).

Keterkaitan antara perguruan tinggi dan dunia kerja merupakan salah satu area yang sering mendapat sorotan. Dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (SK Mendiknas No 045/U/2002 perihal Kurikulum Inti), pengajaran harus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kompetensi yang ditentukan industri terkait dan organisasi profesi. Maka dari itu, kerja sama dengan industri sering dijadikan poin jual. Beberapa perguruan tinggi mencantumkan pelatihan dan sertifikasi Microsoft, SAP, atau Autocad dalam brosur mereka. Sementara perguruan tinggi lain memasukkan nama-nama perusahaan besar sebagai tempat magang dan penampung lulusan mereka.

Kerja sama internasional-berupa program transfer, sandwich, double degree dengan universitas luar negeri, dan pertukaran mahasiswa-sering ditonjolkan sebagai daya tarik karena dipercaya meningkatkan citra perguruan tinggi sebagai institusi berkualitas internasional. Dalam hal ini, calon mahasiswa dan orangtua perlu jeli dan memperhatikan dua hal.

Pertama, apakah institusi luar negeri yang dipasang sebagai mitra benar-benar berkualitas. Tidak semua institusi asing bermutu. Perguruan tinggi di Indonesia bisa saja memanfaatkan gengsi dan kelatahan orang Indonesia (termasuk diri sendiri) terhadap label asing. Ada universitas terkemuka di Indonesia yang pernah terkecoh dan mengecoh publik melalui kemitraan dengan institusi yang ternyata malah hanya menawarkan program nongelar dan reputasinya biasa-biasa saja. Kadang, institusi luar negeri yang dicantumkan menggunakan nama pelesetan yang bisa mengecoh. University of Berkeley tentu tidak sama dengan University of California at Berkeley dan Nanyang Institute berbeda dengan Nanyang Technological University.

Kedua, jika institusi luar negeri yang dipasang benar-benar bergengsi, betulkah ada kesepakatan timbal balik antara kedua institusi. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia tidak segan-segan mencatut nama besar seperti INSEAD, Harvard University, universitas dalam kelompok Ivy League atau universitas besar lainnya. Calon mahasiswa perlu bertanya, sejauh mana dan dalam kapasitas apa kesepakatan antara kedua institusi dilakukan, apakah ada perjanjian tertulis, manfaat apa yang bakal diperoleh mahasiswa dalam kerja sama ini. 

Tim dan strategi pemasaran

Seperti layaknya di perusahaan, banyak perguruan tinggi mempunyai tim pemasaran khusus meski mereka kadang agak sungkan menggunakan istilah marketing. Umumnya, tim marketing ini bekerja dengan bendera humas, tim informasi studi, atau biro informasi. Di beberapa PTS swasta, tim pemasaran ini bekerja penuh waktu secara profesional dengan armada lengkap mulai dari staf relasi media, presenter, desainer brosur, sampai dengan petugas jaga pameran. Periode sibuk bagi tim ini biasanya dari Oktober sampai Mei, tetapi mereka bekerja sepanjang tahun.

Di luar periode sibuk, tim marketing melakukan pembenahan internal di perguruan tinggi. Mereka merancang prospektus, brosur, dan katalog dengan cetakan dan desain yang tidak kalah mewah dengan prospektus perusahaan multi nasional. Selain itu, mereka juga mengoordinasi dosen dan wakil mahasiswa dari semua program studi yang ada dan melibatkan beberapa di antaranya dalam aneka kegiatan promosi di dalam maupun di luar kampus. Beberapa dosen pun tidak segan-segan menjalankan peran sebagai petugas promosi jurusan dalam kemasan seminar maupun pameran studi.

Selama periode sibuk, berbagai macam kegiatan promosi dilakukan, baik PTS maupun PTN. Kegiatan promosi yang berkaitan langsung dengan jurusan adalah lomba untuk siswa-siswi SLTA. Program studi Sastra Inggris, misalnya, menyelenggarakan lomba pidato, debat, membaca berita, atau menulis esai dalam bahasa Inggris. Program studi teknik informatika merancang lomba desain web atau program software. Program studi desain menantang siswa SMA untuk berkreasi dengan berbagai macam desain. Acara-acara lomba ini juga memberi kesempatan menarik siswa-siswi SMA berkunjung ke kampus dan melihat-lihat fasilitas perguruan tinggi.

Selain lomba, beberapa perguruan tinggi juga menyelenggarakan open house. Ada yang melakukannya di kampus, tetapi ada pula yang menyewa hotel berbintang. Dalam open house ini, berbagai keunggulan pada tiap program studi dan di tingkat perguruan tinggi dipamerkan melalui presentasi, tayangan video, foto, dan contoh produk. Seakan tidak ingin kehilangan kesempatan, ajang open house juga dipakai untuk menerima pendaftaran dan melaksanakan tes masuk saat itu juga.

Kegiatan promosi tidak hanya dilakukan di kota tempat perguruan tinggi. Tim pemasaran juga melakukan perjalanan ke luar kota bahkan ke luar pulau dalam rangka "menjemput bola". Seleksi dan tes masuk juga bisa dilakukan di kota yang dikunjungi, sehingga siswa tidak harus jauh-jauh meninggalkan kota asal untuk berburu perguruan tinggi. Sekarang adalah era perguruan tinggi berburu calon mahasiswa.

Upaya pemasaran tidak hanya terbatas pada kegiatan promosi sesaat, tetapi juga strategi jangka panjang berupa program menjalin relasi dan kerja sama dengan SMA. Dalam beberapa tahun belakangan, para kepala dan guru bimbingan konseling di SMA menjadi orang penting yang diperhatikan dan dimanjakan. Perguruan tinggi menggelar berbagai seminar tahunan dan mengundang mereka dengan menanggung semua biaya transportasi dan akomodasi. Ada pula perguruan tinggi yang melakukan kerja sama secara berkesinambungan misalnya program pendampingan pelajaran teknologi informasi atau revitalisasi perpustakaan di SMA. Program kerja sama ini diharapkan bisa menanamkan brand awareness di kalangan guru dan siswa SMA dan membuat mereka mengingat perguruan tinggi itu untuk dipilih di kemudian hari.

Berbicara soal promosi, tidak ada kecap nomor dua. Masing-masing perguruan tinggi berupaya menampilkan keunggulan dan nilai jual. Kepala SMA/SMK, calon mahasiswa, dan orangtua perlu mencermati persaingan antar-perguruan tinggi dengan cerdas, bijak, dan mempelajari tiap tawaran dengan kritis agar bisa membuat keputusan dan pilihan yang paling baik dan sesuai di antara semua alternatif yang ada.

Anita Lie Sekjen Dewan Pendidikan Jawa Timur

Kamis, 01 Oktober 2020

IKHTISAR SEJARAH FILSAFAT

 

Dalam satu pengertian umum, filsafat dikaitkan dengan kebijaksanaan , budaya intelektual, dan pencarian pengetahuan. Dalam pengertian ini, semua budaya dan masyarakat terpelajar mengajukan pertanyaan filosofis, seperti "bagaimana kita hidup" dan "apa hakikat realitas". Sebuah konsepsi filsafat yang luas dan tidak memihak, kemudian, menemukan penyelidikan beralasan ke dalam hal-hal seperti realitas , moralitas , dan kehidupan di semua peradaban dunia. 

 Filsafat Barat

Filsafat Barat adalah tradisi filosofis dunia Barat , yang berasal dari para pemikir pra-Socrates yang aktif di Yunani abad ke-6 (SM), seperti Thales ( c.  624 – c.  545 SM) dan Pythagoras ( c.  570 – . c  495 SM) yang mempraktikkan 'cinta kebijaksanaan' ( Latin : philosophia )  dan juga disebut 'siswa alam' ( physiologoi ).

JAMAN DAHULU

Sementara pengetahuan kita tentang zaman kuno dimulai dengan Thales pada abad ke-6 SM, sedikit yang diketahui tentang para filsuf yang datang sebelum Socrates (umumnya dikenal sebagai pra-Socrates ). Era kuno didominasi oleh aliran filsafat Yunani . Yang paling menonjol di antara sekolah-sekolah yang dipengaruhi oleh ajaran Socrates adalah Plato , yang mendirikan Akademi Platonis , dan muridnya Aristoteles,  yang mendirikan sekolah Peripatetik . Tradisi filosofis kuno lainnya yang dipengaruhi oleh Socrates termasuk Sinisme , Cyrenaicisme , Stoicisme , dan Skeptisisme Akademik . Dua tradisi lain dipengaruhi oleh kontemporer Socrates, Democritus : Pyrrhonisme dan Epicureanisme . Topik penting yang dibahas oleh orang Yunani termasuk metafisika (dengan teori bersaing seperti atomisme dan monisme ), kosmologi , sifat kehidupan yang baik ( eudaimonia ), kemungkinan pengetahuan , dan sifat akal ( logos ). Dengan munculnya kekaisaran Romawi , filsafat Yunani semakin dibahas dalam bahasa Latin oleh orang Romawi seperti Cicerodan Seneca (lihat filsafat Romawi ).

Era Abad Pertengahan

Filsafat abad pertengahan (abad ke-5–16) adalah periode setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat dan didominasi oleh kebangkitan Kekristenan dan karenanya mencerminkan keprihatinan teologis Yudeo-Kristen serta mempertahankan kesinambungan dengan pemikiran Yunani-Romawi. Masalah seperti keberadaan dan sifat Tuhan , sifat iman dan akal, metafisika, masalah kejahatan dibahas dalam periode ini. Beberapa pemikir kunci Abad Pertengahan termasuk St. Augustine , Thomas Aquinas , Boethius , Anselm dan Roger Bacon. Filsafat bagi para pemikir ini dipandang sebagai bantuan bagi Teologi ( ancilla theologiae ) dan karenanya mereka berusaha menyelaraskan filsafat mereka dengan penafsiran mereka terhadap kitab suci. Periode ini melihat perkembangan Skolastisisme , sebuah metode kritis teks yang dikembangkan di universitas abad pertengahan berdasarkan pembacaan dekat dan perdebatan pada teks-teks kunci. Periode Renaissance melihat peningkatan fokus pada pemikiran klasik Yunani-Romawi dan Humanisme yang kuat .

Era Modern

Lukisan filsuf modern berpengaruh Immanuel Kant ( berjas biru) bersama teman-temannya. Tokoh lainnya termasuk Christian Jakob Kraus , Johann Georg Hamann , Theodor Gottlieb von Hippel dan Karl Gottfried Hagen

Filsafat modern awal di dunia Barat dimulai dengan pemikir seperti Thomas Hobbes dan René Descartes (1596-1650). Menyusul kebangkitan ilmu pengetahuan alam, filsafat modern memusatkan perhatian pada pengembangan landasan pengetahuan yang sekuler dan rasional dan menjauh dari struktur otoritas tradisional seperti agama, pemikiran skolastik, dan Gereja. Filsuf modern utama termasuk Spinoza , Leibniz , Locke , Berkeley , Hume , dan Kant .

Filsafat abad ke-19 (kadang-kadang disebut filsafat modern akhir ) dipengaruhi oleh gerakan abad ke-18 yang lebih luas yang disebut " Pencerahan ", dan termasuk tokoh-tokoh seperti Hegel, tokoh kunci dalam idealisme Jerman , Kierkegaard yang mengembangkan dasar-dasar eksistensialisme , Nietzsche yang terkenal anti-Kristen, John Stuart Mill yang mempromosikan utilitarianisme , Karl Marx yang mengembangkan fondasi komunisme dan William James dari Amerika . Abad ke-20 melihat perpecahan antara filsafat analitikdan filsafat kontinental , serta tren filosofis seperti fenomenologi , eksistensialisme , positivisme logis , pragmatisme , dan pergantian linguistik (lihat Filsafat kontemporer ).

Filosofi Timur Tengah (Filsafat pra-Islam)

Daerah Bulan Sabit Subur , Iran dan Arab adalah rumah bagi literatur kebijaksanaan filosofis paling awal yang diketahui dan saat ini sebagian besar didominasi oleh budaya Islam .

Sastra Kebijaksanaan Awal dari Bulan Sabit Subur adalah genre yang berusaha untuk menginstruksikan orang tentang tindakan etis, kehidupan praktis dan kebajikan melalui cerita dan peribahasa. Di Mesir Kuno , teks-teks ini dikenal sebagai sebayt ('ajaran') dan merupakan pusat pemahaman kita tentang filsafat Mesir Kuno . Astronomi Babilonia juga memasukkan banyak spekulasi filosofis tentang kosmologi yang mungkin telah mempengaruhi Yunani Kuno.

Filsafat Yahudi dan filsafat Kristen adalah tradisi religio-filosofis yang berkembang baik di Timur Tengah maupun di Eropa, yang keduanya memiliki teks-teks Yudaic awal tertentu (terutama Tanakh ) dan kepercayaan monoteistik. Pemikir Yahudi seperti Geonim dari Akademi Talmud di Babilonia dan Maimonides terlibat dengan filsafat Yunani dan Islam. Filsafat Yahudi kemudian berada di bawah pengaruh intelektual Barat yang kuat dan termasuk karya-karya Musa Mendelssohn yang mengantarkan Haskalah (Pencerahan Yahudi), eksistensialisme Yahudi , dan Yudaisme Reformasi .

Berbagai tradisi Gnostisisme , yang dipengaruhi oleh arus Yunani dan Ibrahim, berasal sekitar abad pertama dan menekankan pengetahuan spiritual ( gnosis ).

Filsafat Iran pra-Islam dimulai dengan karya Zoroaster , salah satu pendukung pertama monoteisme dan dualisme antara yang baik dan yang jahat. Kosmogoni dualistik ini mempengaruhi perkembangan Iran kemudian seperti Manichaeisme , Mazdakisme , dan Zurvanisme .

Filsafat Islam

Filsafat Islam adalah karya filosofis yang berasal dari tradisi Islam dan kebanyakan dilakukan dalam bahasa Arab . Ini diambil dari agama Islam serta dari filsafat Yunani-Romawi. Setelah penaklukan Muslim , gerakan penerjemahan (pertengahan abad kedelapan hingga akhir abad kesepuluh) mengakibatkan karya-karya filsafat Yunani tersedia dalam bahasa Arab.

Filsafat Islam awal mengembangkan tradisi filosofis Yunani ke arah inovatif baru. Karya intelektual ini meresmikan apa yang dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam . Dua aliran utama pemikiran Islam awal adalah Kalam , yang berfokus pada teologi Islam , dan Falsafa , yang didasarkan pada Aristotelianisme dan Neoplatonisme . Karya Aristoteles sangat berpengaruh di kalangan filosof seperti Al-Kindi (abad ke-9), Avicenna (980 – Juni 1037) dan Averroes (abad ke-12). Lainnya seperti Al-Ghazalisangat kritis terhadap metode Aristoteles Islam dan melihat ide-ide metafisik mereka sebagai sesat. Pemikir Islam seperti Ibn al-Haytham dan Al-Biruni juga mengembangkan metode ilmiah , pengobatan eksperimental, teori optik dan filsafat hukum. Ibnu Khaldun adalah seorang pemikir yang berpengaruh dalam filsafat sejarah .

Pemikiran Islam juga sangat mempengaruhi perkembangan intelektual Eropa, terutama melalui komentar-komentar Averroes tentang Aristoteles. The Mongol invasi dan kehancuran Baghdad pada tahun 1258 sering dianggap sebagai menandai akhir Golden Age.  Beberapa aliran filsafat Islam terus berkembang setelah Zaman Keemasan, dan termasuk aliran seperti filsafat Illuminationist , filsafat Sufi , dan teosofi Transenden .

Abad ke-20-19 dan Arab dunia gergaji Nahda gerakan (secara harfiah berarti 'The Awakening'; juga dikenal sebagai 'Arab Renaissance'), yang memiliki pengaruh yang besar terhadap filsafat Islam kontemporer .

Filsafat India

Filsafat India ( Sansekerta : darśana , lit.  'sudut pandang', 'perspektif') mengacu pada beragam tradisi filosofis yang muncul sejak zaman kuno di anak benua India . Tradisi filosofis India berbagi berbagai konsep dan ide kunci, yang didefinisikan dengan cara yang berbeda dan diterima atau ditolak oleh tradisi yang berbeda. Ini termasuk konsep-konsep seperti dhárma , karma , pramāṇa , duḥkha , saṃsāra dan mokṣa .

Beberapa teks filosofis India paling awal yang bertahan adalah Upanishad dari periode Veda kemudian (1000-500 SM), yang dianggap melestarikan gagasan Brahmanisme . Filsafat India umumnya dikelompokkan berdasarkan hubungannya dengan Veda dan ide-ide yang terkandung di dalamnya. Jainisme dan Buddhisme berasal pada akhir periode Veda , sedangkan berbagai tradisi yang dikelompokkan di bawah Hinduisme sebagian besar muncul setelah periode Veda sebagai tradisi independen. Umat ​​Hindu umumnya mengklasifikasikan tradisi filosofis India sebagai ortodoks ( āstika ) atau heterodoks ( nāstika )) tergantung pada apakah mereka menerima otoritas Veda dan teori brahman dan ātman yang ditemukan di dalamnya.

Sekolah-sekolah yang menyesuaikan diri dengan pikiran Upanishad, yang disebut "ortodoks" atau " Hindu " tradisi, sering diklasifikasikan ke dalam enam darśanas atau filsafat: Sankhya , Yoga , Nyaya , waisesika , Mimamsa dan Vedanta .

Doktrin Weda dan Upanishad ditafsirkan secara berbeda oleh enam aliran filsafat Hindu ini , dengan berbagai tingkat tumpang tindih. Mereka mewakili "kumpulan pandangan filosofis yang berbagi koneksi tekstual," menurut Chadha Mereka juga mencerminkan toleransi terhadap keragaman interpretasi filosofis dalam agama Hindu sambil berbagi landasan yang sama.

Filsuf Hindu dari enam aliran ortodoks mengembangkan sistem epistemologi ( pramana ) dan menyelidiki topik-topik seperti metafisika, etika, psikologi ( guṇa ), hermeneutika , dan soteriologi dalam kerangka pengetahuan Veda, sambil menyajikan koleksi interpretasi yang beragam. Enam aliran ortodoks yang biasa disebut adalah tradisi filosofis yang bersaing dari apa yang disebut "sintesis Hindu" dari Hinduisme klasik . r

Ada juga aliran pemikiran lain yang sering dianggap sebagai "Hindu", meskipun tidak harus ortodoks (karena mereka mungkin menerima kitab suci yang berbeda sebagai normatif, seperti Shaiva Agama dan Tantra ), ini termasuk aliran Shavisme yang berbeda seperti Pashupata , Shaiva Siddhanta , Shavisme tantra non-dual (yaitu Trika, Kaula, dll.).

Perumpamaan tentang orang buta dan gajah menggambarkan doktrin penting Jain tentang anēkāntavāda

Tradisi "Hindu" dan "Ortodoks" sering dikontraskan dengan tradisi "tidak ortodoks" ( nāstika, secara harfiah berarti "mereka yang menolak"), meskipun ini adalah label yang tidak digunakan oleh aliran "tidak ortodoks" itu sendiri. Tradisi-tradisi ini menolak Veda sebagai otoritatif dan sering kali menolak konsep-konsep dan gagasan-gagasan utama yang diterima secara luas oleh aliran-aliran ortodoks (seperti tman , Brahman , dan vara ).  Aliran yang tidak ortodoks ini termasuk Jainisme (menerima ātman tetapi menolak vara, Veda dan Brahman ), Buddhisme (menolak semua konsep ortodoks kecuali kelahiran kembali dan karma), Cārvāka(materialis yang bahkan menolak kelahiran kembali dan karma) dan jīvika (dikenal karena doktrin nasib mereka). 

Filsafat Jain adalah salah satu dari hanya dua tradisi "tidak ortodoks" yang bertahan (bersama dengan agama Buddha). Ia umumnya menerima konsep jiwa permanen ( jiva ) sebagai salah satu dari lima astikaya (kategori abadi, tak terbatas yang membentuk substansi keberadaan). Empat lainnya adalah dhárma , adharma , ākāśa ('ruang'), dan pudgala ('materi'). Pemikiran Jain menyatakan bahwa semua keberadaan adalah siklus, abadi dan tidak diciptakan.

Beberapa elemen terpenting dari filsafat Jain adalah teori karma Jain , doktrin antikekerasan ( ahiṃsā ) dan teori "banyak sisi" atau Anēkāntavāda . The Tattvartha Sutra adalah dikenal, kompilasi awal yang paling komprehensif dan otoritatif filsafat Jain.

Filsafat Buddhis

Para biksu berdebat di biara Sera , Tibet, 2013. Menurut Jan Westerhoff, "debat publik merupakan bentuk pertukaran filosofis yang paling penting dan paling terlihat" dalam kehidupan intelektual India kuno.

Filsafat Buddhis dimulai dengan pemikiran Buddha Gautama ( fl. antara abad ke-6 dan ke-4 SM) dan dilestarikan dalam teks-teks Buddhis awal . Ini berasal dari wilayah India Mragadha dan kemudian menyebar ke seluruh anak benua India , Asia Timur , Tibet , Asia Tengah , dan Asia Tenggara . Di wilayah ini, pemikiran Buddhis berkembang menjadi tradisi filosofis yang berbeda yang menggunakan berbagai bahasa (seperti Tibet , Cina dan Pali ). Dengan demikian, filsafat Buddhis adalah trans-budaya dan fenomena internasional.

Tradisi filosofis Buddhis yang dominan di negara-negara Asia Timur terutama didasarkan pada Buddhisme Mahayana India . Filosofi aliran Theravada dominan di negara- negara Asia Tenggara seperti Sri Lanka , Burma dan Thailand .

Karena ketidaktahuan akan sifat sejati segala sesuatu dianggap sebagai salah satu akar penderitaan ( dukkha ), filsafat Buddhis berkaitan dengan epistemologi, metafisika, etika, dan psikologi. Teks-teks filosofis Buddhis juga harus dipahami dalam konteks praktik meditatif yang seharusnya membawa perubahan kognitif tertentu.nKonsep kunci inovatif mencakup empat kebenaran mulia sebagai analisis dukkha , anicca (ketidakkekalan), dan anatta (tanpa-diri). 

Setelah kematian Sang Buddha, berbagai kelompok mulai mensistematisasikan ajaran utamanya, akhirnya mengembangkan sistem filosofis komprehensif yang disebut Abhidharma . Mengikuti aliran Abhidharma, para filosof Mahayana India seperti Nagarjuna dan Vasubandhu mengembangkan teori nyatā ('kekosongan semua fenomena') dan vijñapti-matra ('hanya penampakan'), suatu bentuk fenomenologi atau idealisme transendental . The Dignāga sekolah Pramana ( 'berarti pengetahuan') dipromosikan bentuk canggih dari Buddha epistemologi .

Ada banyak sekolah, sub-sekolah, dan tradisi filsafat Buddhis di India kuno dan abad pertengahan. Menurut Oxford profesor filsafat Buddha Jan Westerhoff , sekolah-sekolah besar India dari 300 SM sampai 1000 CE adalah yang Mahāsāṃghika tradisi (sekarang sudah punah), yang Sthavira sekolah (seperti Sarvastivada , Vibhajyavāda dan Pudgalavāda ) dan Mahayana sekolah. Banyak dari tradisi ini juga dipelajari di daerah lain, seperti Asia Tengah dan Cina, yang dibawa ke sana oleh misionaris Buddhis.

Setelah hilangnya agama Buddha dari India, beberapa tradisi filosofis ini terus berkembang dalam tradisi Buddha Tibet , Buddha Asia Timur , dan Buddha Theravada . 

Filosofi Asia Timur

Pemikiran filosofis Asia Timur dimulai di Tiongkok Kuno , dan filsafat Tiongkok dimulai selama Dinasti Zhou Barat dan periode berikutnya setelah kejatuhannya ketika " Seratus Aliran Pemikiran " berkembang (abad ke-6 hingga 221 SM). Periode ini ditandai dengan perkembangan intelektual dan budaya yang signifikan dan melihat munculnya sekolah filosofis utama Cina seperti Konfusianirsme (juga dikenal sebagai Ruism), Legalisme , dan Taoisme serta banyak sekolah lain yang kurang berpengaruh seperti Mohisme dan Naturalisme. Tradisi filosofis ini mengembangkan teori metafisik, politik dan etika seperti Tao , Yin dan yang , Ren dan Li . Aliran pemikiran ini berkembang lebih lanjut selama era Han (206 SM – 220 M) dan Tang (618–907 M), membentuk gerakan filosofis baru seperti Xuanxue (juga disebut Neo-Taoisme ), dan Neo-Konfusianisme . Neo-Konfusianisme adalah filsafat sinkretis, yang menggabungkan ide-ide dari tradisi filosofis Tiongkok yang berbeda, termasuk Buddhisme dan Taoisme. Neo-Konfusianisme mendominasi sistem pendidikan selama dinasti Song (960–1297), dan gagasannya berfungsi sebagai dasar filosofis ujian kekaisaran untuk kelas pejabat sarjana . Beberapa pemikir Neo-Konfusianisme yang paling penting adalah sarjana Tang Han Yu dan Li Ao serta pemikir Song Zhou Dunyi (1017–1073) dan Zhu Xi (1130–1200). Zhu Xi menyusun kanon Konfusianisme, yang terdiri dari Empat Buku ( Pembelajraran Hebat , Ajaran Rata-Rata , Analek Konfusius, dan Mencius ). Cendekiawan Ming Wang Yangming (1472-1529) adalah seorang filsuf kemudian tapi penting dari tradisi ini juga.

Buddhisme mulai tiba di China selama Dinasti Han, melalui transmisi jalur Sutra bertahap dan melalui pengaruh asli mengembangkan bentuk-bentuk China yang berbeda (seperti Chan/ Zen ) yang menyebar ke seluruh lingkungan budaya Asia Timur .

Budaya Cina sangat berpengaruh pada tradisi negara-negara Asia Timur lainnya dan filosofinya secara langsung mempengaruhi filosofi Korea , filosofi Vietnam , dan filosofi Jepang . Selama dinasti Cina kemudian seperti Dinasti Ming (1368–1644) serta di dinasti Joseon Korea (1392–1897) kebangkitan Neo-Konfusianisme yang dipimpin oleh para pemikir seperti Wang Yangming (1472–1529) menjadi aliran yang dominan pemikiran, dan dipromosikan oleh negara kekaisaran. Di Jepang, Keshogunan Tokugawa (1603–1867) juga sangat dipengaruhi oleh filsafat Konfusianisme. Konfusianisme terus mempengaruhi ide-ide dan pandangan dunia bangsa-bangsa dari lingkup budaya Cina hari ini.

Di era Modern, para pemikir Cina memasukkan ide-ide dari filsafat Barat. Filsafat Marxis Cina berkembang di bawah pengaruh Mao Zedong , sedangkan pragmatisme Cina berkembang di bawah Hu Shih . Filosofi tradisional lama juga mulai menegaskan kembali dirinya di abad ke-20. Misalnya, Konfusianisme Baru , yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Xiong Shili , telah menjadi cukup berpengaruh. Demikian juga, Buddhisme Humanistik adalah gerakan Buddhis modernis baru-baru ini.

Sementara itu, pemikiran Jepang modern berkembang di bawah pengaruh Barat yang kuat seperti studi Ilmu Pengetahuan Barat ( Rangaku ) dan masyarakat intelektual modernis Meirokusha yang mengambil dari pemikiran pencerahan Eropa dan mempromosikan reformasi liberal serta filosofi Barat seperti Liberalisme dan Utilitarianisme. Tren lain dalam filsafat Jepang modern adalah tradisi "Studi Nasional" ( Kokugaku ). Tren intelektual ini berusaha untuk mempelajari dan mempromosikan pemikiran dan budaya Jepang kuno. Pemikir Kokugaku seperti Motoori Norinaga berusaha untuk kembali ke tradisi Jepang murni yang mereka sebut Shinto yang mereka lihat tidak ternoda oleh unsur asing.

Selama abad ke-20, Sekolah Kyoto , sebuah sekolah filosofis Jepang yang berpengaruh dan unik berkembang dari fenomenologi Barat dan filosofi Buddhis Jepang Abad Pertengahan seperti Dogen .

Filsafat Afrika

Filsafat Afrika adalah filsafat yang dihasilkan oleh orang Afrika , filsafat yang menyajikan pandangan dunia Afrika, ide dan tema, atau filsafat yang menggunakan metode filosofis Afrika yang berbeda. Pemikiran Afrika modern telah disibukkan dengan Etnofilosofi , dengan mendefinisikan arti sebenarnya dari filosofi Afrika dan karakteristik uniknya serta apa artinya menjadi orang Afrika .

Selama abad ke-17, filsafat Ethiopia mengembangkan tradisi sastra yang kuat seperti yang dicontohkan oleh Zera Yacob . Filsuf Afrika awal lainnya adalah Anton Wilhelm Amo (c. 1703-1759) yang menjadi seorang filsuf dihormati di Jerman. Ide filosofis Afrika yang berbeda termasuk Ujamaa , ide Bantu tentang 'Force' , Négritude , Pan-Africanism dan Ubuntu . Pemikiran Afrika kontemporer juga telah melihat perkembangan filsafat Profesional dan filsafat Africana , literatur filosofis diaspora Afrika yang mencakup arus sepertieksistensialisme kulit hitam oleh orang Afrika-Amerika . Beberapa pemikir Afrika modern telah dipengaruhi oleh Marxisme , sastra Afrika-Amerika , teori Kritis , teori ras Kritis , Pascakolonialisme dan Feminisme .

 

Selasa, 18 Agustus 2020

CARA BELAJAR YANG MENYENANGKAN

 

Beginilah Cara Belajar yang Menyenangkan

“Padahal belajar bisa menjadi sangat menyenangkan, lho,” kata DR. Frieda Mangunsong, MEd, Psi. Hal ini dibuktikan Frieda saat mengisi sesi Belajar Itu Menyenangkan dalam acara Forum Anak Nasional di Depok, pekan lalu. Ia mengawali paparannya dengan mengajak 106 anak-anak bermain.

Staf pengajar di Fakultas Psikologi UI ini meminta anak-anak yang berasal dari 31 daerah di sejumlah provinsi di Indonesia itu membuat lingkaran. Lalu, mereka diminta berhitung dan meneriakkan “Boom” di setiap angka tujuh beserta kelipatannya dan angka yang mengandung unsur tujuh.

Sepintas, hal ini seperti main-main saja. Namun, di balik itu, tanpa disadari anak-anak diajak menghitung dan berkonsentrasi. Saat melakukan permainan itu, anak-anak terlihat gembira. Mereka tertawa-tawa kala ada salah seorang yang lupa mengucapkan “Boom”.
“Tertawa sebelum pelajaran dimulai bukanlah sesuatu yang buruk,” ujar psikolog pendidikan ini. Suasana gembira sebelum belajar justru dapat membangkitkan semangat anak.

Mendengarkan topik yang diuraikan Frieda juga merupakan bagian dari pembelajaran. Ia menyampaikan materi belajar melalui bermain dan diskusi aktif.

Makin Terampil
Hingga saat ini masih ada pemikiran keliru bahwa belajar itu dilakukan di sekolah dan bermain di rumah. Padahal, belajar bisa sambil bermain. Belajar sambil bermain inilah yang menyenangkan anak.

Adanya interaksi antara guru dan siswa, akan membuat belajar menyenangkan. “Siswa yang aktif akan membuat guru senang,” tuturnya lagi. Seperti yang terjadi saat itu, anak-anak turut mengungkapkan pendapatnya saat Frieda melontarkan berbagai pertanyaan.

Dalam kesempatan itu misalnya, Frieda meminta pendapat anak-anak yang berasal dari 31 daerah layanan World Vision Indonesia yang berada di Aceh, Kalimantan Barat, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, NTT, dan Papua tentang belajar dan sekolah. Salah seorang anak dari Sumba Barat mengatakan belajar menjadi tidak menyenangkan bila guru marah. Selain enggan belajar, anak juga enggan sekolah.

Belajar dalam suasana menyenangkan merupakan proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara aktif dan dilakukan dalam situasi menyenangkan, sehingga siswa merasa aman dan nyaman, bebas dari tekanan. Situasi ini akan membuat anak lebih aktif belajar.

Belajar aktif akan mengintegrasi fisik, akal, dan emosi. Yang pada akhirnya, akan menambah keterampilan fisik dan akademis, sejalan dengan meningkatnya jenjang pendidikan. Setiap pelajaran yang makin sulit akan membuat kita makin terampil.

Contohnya, saat TK-SD, anak lebih banyak melakukan permainan saat sekolah maupun belajar. Ketika menginjak bangku SMP-SMA, mereka lebih banyak duduk di dalam kelas. Di masa ini belajar lebih banyak melibatkan tangan dan pikiran seperti percobaan laboratorium.

Metode belajar yang memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk mempelajari sesuatu secara konkret atau nyata akan memperbesar persentase penyerapan. Dan juga memicu mereka untuk berubah secara positif.
Psikolog Vermon&Magnusson ini menyebutkan, seseorang akan belajar sebanyak 10 persen dari yang dibaca, 20 persen dari yang didengar, 30 persen dari yang dilihat, 50 persen dari yang dilihat dan didengar, 70 persen dari yang dikatakan, serta 90 persen dari yang didengar dan dilakukan.

Penelitian Jeannette Vos-Groenendal dalam DePorter, 2002 menjelaskan bahwa belajar yang menyenangkan akan meningkatkan motivasi, nilai belajar, keyakinan dan kehormatan diri, mempertahankan sikap positif terhadap belajar, dan melanjutkan memanfaatkan keterampilan.
Frieda menekankan, sekolah bukan satu-satunya tempat belajar. Belajar bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja di berbagai lapisan masyarakat. Anak bisa belajar di gereja, mesjid, sanggar, kelompok belajar, museum, perpustakaan, laboratorium, dan banyak tempat lain.

Penulis : Diana Yunita Sari

Rabu, 27 Mei 2020

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

 

1  Pengertian Politik Dan Strategi Nasional

Kata “Politik” secara ilmu etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang asal katanya adalah polis berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, dan teia berarti urusan . Dalam bahasa Indonesia , politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa . Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki . Politics dan policy mempunyai hubungan yang erat dan timbal balik . Politics memberikan asas, jalan, arah, dan medannya , sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas, jalan, dan arah tersebut sebaik-baiknya . Dapat disimpulkan bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari sistem negara dan upaya-upaya dalam mewujudkan tujuan itu , pengambilan keputusan (decisionmaking) mengenai seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah ditentukan . Untuk melaksanakan tujuan itu diperlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi dari sumber-sumber yang ada .
Politik secara umum adalah mengenai proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya . Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan , pembagian , atau alokasi sumber-sumber yang ada. Dengan begitu , politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan , kebijakan umum(policy), dan distribusi kekuasaan .

a. Negara
Negara merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya.

b. Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya.

c. Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Jadi, politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum . Keputusan yang diambil menyangkut sector public dari suatu Negara .

d. Kebijakan Umum
Kebijakan ( policy ) merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu . Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai secara bersama pula , sehingga perlu ada rencana yang mengikat yang dirumuskan dalan kebijakan – kebijakan oleh pihak yang berwenang .

e. Distribusi
Yang dimaksud dengan distribusi ialah pembagian dan pengalokasian nilai – nilai ( values ) dalam masyarakat . Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting .

2 Pengertian Strategi dan Strategi Nasional

            Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan . Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan . Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik . Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapat-kan kemenangan atau pencapaian tujuan . Dengan demikian , strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan.
Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional . Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional . Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional .

3 Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional . Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945 . sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik” .  Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA . Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group), dan kelompok penekan (pressure group) . Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang . Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR . Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN .Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden, yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan . Salah satu wujud pengapilikasian politik dan strategi nasional dalam pemerintahan adalah sebagai berikut :

Otonomi Daerah.
Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan salah satu wujud politik dan strategi nasional secara teoritis telah memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah, yaitu otonomi terbatas bagi daerah propinsi dan otonomi luas bagi daerah Kabupaten/Kota. Perbedaan Undang-undang yang lama dan yang baru ialah:
1. Undang-undang yang lama, titik pandang kewenangannya dimulai dari pusat (central government looking).
2. Undang-undang yang baru, titik pandang kewenangannya dimulai dari daerah (local government looking).

Kewenangan Daerah.
1. Dengan berlakunya UU No. 22 tahun 1999tenang Otonomi Daerah, kewenagan daerah mencakup seluruh kewenangan bidang pemerintahan, kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan bidang lain.
2. Kewenagnan bidang lain, meliputi kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan secara makro.
3. Bentuk dan susunan pemerintahan daerah,
a. DPRD sebagai badan legislatif daerah dan pemerintah daerah sebagai eksekutif daerah dibentuk di daerah.
b. DPRD sebagai lwmbaga perwakilan rakyat di daerah merupakan wahanauntukmelaksanakan demokrasi
1). Memilih Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota.
2). Memilih anggota Majelis Permusawartan Prakyat dari urusan Daerah.
3). Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur/ Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota.
4. Membentuk peraturan daerah bersama gubernur, Bupati atas Wali Kota.
5. Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama gubernur, Bupati, Walikota.
6. Mengawasi pelaksanaan keputusan Gubernur, Bupati, dan Walikota, pelaksanaan APBD, kebijakan daerah, pelaksanaan kerja sama internasional di daerah, dan menampung serta menindak-lanjuti aspirasi daerah dan masyarakat.