Minggu, 08 Januari 2012

Bahan Kuliah ISBD 01

KEINDAHAN DAN ESTETIKA

1.   Konsep Keindahan
    Keindahan berasal dari kata dasar "indah", yang dapat diartikan bagus, cantik, molek, elok, dan permai, yaitu sifat yang menyenangkan, meng­gembirakan, menarik perhatian, dan tidak membosankan yang melekat pada suatu objek.

    Objek tersebut berbentuk konkret, dapat berupa benda, ciptaan, perbuatan, atau keadaan. Melalui pancaindera unsur rasa dalam diri manusia berkomunikasi dengan objek yang konkret tersebut.
   
    Indah dalam bahasa Yunani disebut "aisthesis". diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi estetis, artinya sifat indah, yaitu nilai kualitas dari suatu objek. Contohnya, jika kita menyebut 'keindahan", konsep tersebut tidak jelas karena tidak dihubungkan dengan suatu bentuk. Akan tetapi, jika kita menyebut "bunga yang indah". konsep tersebut sangat jelas karena dihubungkan dengan suatu bentuk.

2.   Estetis dan Estetika
Estetika = Ilmu yang mengkaji tentang sifat estetis suatu objek. Ia merupakan bagian dari kajian ilmu filsafat yang menelaah dan membahas aspek-aspek keindahan sesuatu, yaitu mengenai rasa, sifat norma, cara menanggapi, dan cara memperbandingkannya dengan menggunakan penilaian perasaan.

Objek telaah Estetika meliputi:
a.   rasa keindahan (sense of beauty):
b.   sifat keindahan (nature of beauty);
c.   norma keindahan (norms of beauty);
d.   cara menanggapi keindahan (way of sensing beauty); dan
e.   cara memperbandingkannya (way of comparing beatify).

Sesuatu itu dikatakan memiliki rasa keindahan apabila memenuhi sifat kualitas berikut ini:
a.   menyenangkan (happy);
b.   menggembirakan (cheerful),
c.   menarik perhatian (attractive): dan
d.   tidak membosankan (unboring).

Selain objek yang melekat pada diri manusia, ada puia objek yang di luar idiri manusia berupa ciptaan manusia dan ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa:
a.    Ciptaan manusia, yaitu produk budaya sebagai pantulan rasa ke­indahan yang ada dalam diri manusia, yang sifatnya relatif karena terbatas oleh tempat clan waktu, misalnya mode pakaian, dekorasi ruang, lukisan, tata rias, dan bangunan rumah.
b.    Ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa. yaitu produk kekuasain Tuhan yang bersifat mutlak karena diakui oleh semua orang, misalnya pe­mandangan alam (landscape), kecantikan wanita. (beautiful woman), dan kenikmatan suami istri (sexual pleasure)

3.   Sifat Keindahan

a.   Keindahan itu Kebaikan
Sifat keindahan (nature of beauty) bersumber dari unsur rasa yang ada dalam diri manusia, yang memberi pertimbangan bahwa keindahan itu adalah kebaikan dan dibenarkan oleh akal, karena setiap sesuatu yang indah pasti menyenang­kan, menggembirakan, menarik perhatian, dan tidak membosankan

b.  Keindahan itu Keaslian
Sifat keaslian­(originality), artinya objek itu ash, bukan tiruan. Setiap objek yang asli selalu memiliki keindahan, artinya menyenangkan, menggembirakan, menarik perhatian, dan tidak membosankan orang yang melihatiya. Misalnya : Gadis cantik memiliki keindahan karena asli, tetapi lukisan gadis cantik memiliki keburukan karena tiruan dari yang asli. Sernua yang tiruan itu buruk.

c.   Keindahan itu Keabadian
Sifat keindahan itu adalah keabadian (durability), artinya tidak pernah dilupakan, tidak pernah hilang, atau susut  artinya sifat menyenangkan, menggembirakan, menarik perhatian, dan tidak membosankan itu tidak pernah hilang.

d.  Keindahan itu Kewajaran
Sifat keindahan juga adalah kewajaran (properliness), artinya tidak ber­lebihan dan tidak pula kekurangan, menurut apa adanya. Contoh : Penyanyi yang membawakan lagunya sambil berteriak-teriak dan berjingkrak-jingkrak justru keburukan karena melebihi batas kewajar­an.

e.   Keindahan itu Kenikmatan
Sifat keindahan juga adalah kenikmatan (pleasure), artinya kesenangan yang memberi kepuasan. Menonton pertunjukan film Ayat-Ayat Cinta merasa senang dan puas karena indah.

f.    Keindahan itu Kebiasaan
Sifat keindahan juga adalah kebiasaan (habit), artinya dilakukan berulang­ulang. Hal yang tidak biasa menjadi kebiasaan jika dilakukan berulang­-ulang. Hal yang tidak biasa itu buruk, tetapi karena dilakukan berulang-­ulang lalu menjadi kebiasaan, dan kebiasaan itu keindahan, artinya me­nyenangkan, menggembirakan, menarik perhatian, dan tidak membosan­kan. Kebiasaan memakai setelan jas, inilah yang indah, sedangkan me­makai sarung dan pakaian adat itu buruk karena tidak biasa.

g.  Keindahan itu Relative
Sifat keindahan juga adalah relatif (relative), artinya terikat dengan selera perseorangan, waktu, dan tempat. Mode busana memiliki keindahan yang relatif karena terikat dengan selera perseorangan, dalam kurun waktu tertentu, dan di tempat tertentu pula. Apabila sudah tidak sesuai lagi dengan selera dan sudah lampau kurun waktu pemakaiannya di tempat tertentu, mode busana itu hilang keindahannya dan berubah menjadi keburukan, artinya tidak menyenangkan, tidak menggembirakan, tidak me­narik, dan membosankan.