Minggu, 08 Januari 2012

Materi Kuliah ISBD 03



PANDANGAN HIDUP, TANGGUUNG
JAWAB DAN HARAPAN MANUSIA

1. PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup merupakan suatu clasar atau lanclasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan indiviclu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan tingkah laku clan aturan serta undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup wring disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.
Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbecla. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang lugs wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negatif
Di sinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelinclung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. la tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan clan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Biasanya orang akan selalu ingat, tact, kepada Sang Pencipta bila sedang dirundung kesusahan. Namun, bila sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya, berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1.      kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini;
2.      kurangnya keyakinan pandangan hidupnya;
3.      kurang memahami nilai clan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya;
4.      kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ads dalam pandangan hidupnya;
5.      atau sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri. (Habib Mustopo, 1986)
Cita-cita tidak sama dengan pandangan hidup. Sekalipun demikian, cita-cita eras sekali kaitannya dengan pandangan hidup. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan citra individu maupun masyarakat. Selain itu juga mencerminkan cita­cita atau aspirasi seseorang clan sekelompok orang atau masyarakat.
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit dikatakan, sebab, kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisms belakayang mengikuti kebiasaan berpikir di dalam masyarakat. Manuel Kaisiepo (1982) clan Abdurrahman Wahid (1985) berpendapat bahwa pandangan hidup 1tu bersifat elastis. Maksudnya bergantung pada sivasi clan kondis I serta tidak selamanya bersifat positif.
Pandangan hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang, digunakan sebagai pendukung suatu organisasi disebut ideologi. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan hidupnya menuju tujuan akhir.

2. TANGGUNGJAWAB

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan  kesadaran akan kewajibannya.
Seorang mahasiswa, berkewajiban untuk belajar. Bila ber­arti  ia telah memenuh  kewajibannya dan ia telah bertanggungj awab atas  kewaj ibannya.

Macam Tanggung Jawah
Menurut sifat dasamya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat atau bertindak. Dalam hal ini, manusia tidak lupus dari kesalahan, kekeliruan, baik yang disengaja maupun tidak. Namur, ia harus bertanggung jawab atas diri pribadi.
Contoh:
Radi membaca sambil berjalan. Meskipun sebentar-sebentar ia melihat jalan, , ia terperosok ke sebuah lubang, dan kakinya terkilir. la menyesali kejadian itu karma harus beristirahat di rumah beberapa hari. Hal itu jelas merupakan tanggung-jawabnya sendiri akan kelengahannya.
A Tanggung jawab kepada keluarga
Masyarakat terkecil ialah keluarga, yang terdiri atas ayah-ibu dan anak. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab kepada keluarganya. yang menyangkut nama baik keluarganya. Tanggung jawab ini mencakup kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
Contoh:
1.         Penyelewengan Dr. Tono (Sukartono) kepada. Yah, berarti ia tidak bertanggungjawab akan kewajibannya sebagai suami. Sebahbya, Tim, istri Tono yang kurang menghargai suami merupakan Contoh istri yang tidak bertanggungjawab. (Belenggu, A. Pane).
2.      Perbuatan guru Ica mengambil barang-barang milik sekolahan untuk dijual merupakan pertanggungjawabannya sebagai kepala rumah tangga, meskipun tanggung jawab itu sebenarnya merupakan perbuatan yang melanggar norma hukum, norma susila, dan norms moral. (Jalan Tak Ada Ujung, Mochtar Lubis).
b. Tanggung jawab kepada masyarakat
Manusia adalah makhluk social. Manusia merupakan anggota, masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, berprilaku, berbicara, dan sebagainya, manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung­jawabkan kepada masyarakat.
Contoh:
Teti telah bertekad untuk berjuang dalam meningkatkan derajat kaumnya dalam Petri Sedar. Ia bertekad bahwa apa pun yang terjadi atas dirinya adalah tanggungjawab. Tidak, tidak, saya tiada boleh mendurhaka asas, tujuan, dan pendirian saya sendiri, male saya melihat saya sendiri. Apa boleh beat jalan yang sulit ini sudah saya pilih dari semula dan saya tiada boleh menyimpang lagi, ke manapun saya dibawanya. (Layar Terkembang)
c.       Tanggung jawab kepada bangsainegara
Setiap manusia, setiap individual merupakan warga suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah lake, ia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Ia tidak boleh bertindak semaunya sendiri. Bila perbuatannya salah, ia harus bertanggungjawab kepada negara.
 Contoh:
Dalam novel, karya Mochtar Lubis, Guru Isa yang terkenal dengan guru yang balk, terpaksa mencurl barang milik sekolah demi mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Perbuatannya mil harus pula dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan­nya diketahu4i ia harus berurusan dengan plhak kepolislan dan pengadilan.
d.         Tanggung jawab kepada Tuhan
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan, manusia dapat mengembalikan diri sendiri dengan sarana yang ada pada dirinya sendiri, yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarriya.
Bila manusia tidak beker a keras untuk kelangsungan hidupnya, segala akibatnya harus dipikul sendiri. Penderitaan akibat kelalatan adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia menutupi per­buatannya yang salah dengan segala misalnya dengan hartanya, kekuasaannya atau kekuatannya (ancaman), ia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.')
3. HARAPAN MANUSIA
Harapan berasal dari kata harap, artinya keinginan terjadinya sesuatu. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu hati. Putus harapan putus pula hat] manusia
Contoh:
1.       Budi. seorang mahasisa Universitas Terbuka, selalu rajin, selalu dengan harapan agar ia mendapayt nilai A  di dalam ujian semester.
2.       Mang Udin adalah scorang petani yang rajin. la mempunyai harapan agar basil panennya lebih balk selain cukup untLik dimakan, itiga, dapat memperbaiki mmahnya. la vakin blia harapantiva menjadi kenyataan. Karena itu ia menggarap sawahriva, dengan sebalk mungkin, pupuk yang cukup sesuai dengan anjuran panca usaha, tani.

Dari kedua Contoh itu terilhat, apa yang diharapkan Budi dan Mang Udin ialah terjadinya buah keinginan, karena itu mereka bekerja keras. Budi belajar tanpa mengenal waktu, sedangkan Mang Udin juga bekerja tak mengenal lelah. Semua itu dengan suatu keyakinan bahwa akan terwujud apa yang diharapkan. Namur, harapan An belum tentu terwujud. Budi belum pasti dapat nilai A.. dan Mang Udin pun belum pasti dengan harapannya.. Tuhanlah yang menentukan. Manusia sekadar berusaha.
Harapan artinya keinginan yang belum terwujud. Setiap orang mempunyai harapan. Tanga harapan manusia tidak ada artinya. Manusia yang tak mempunyai harapan berarti tak dapat diharapkan lagi. Menurut kodratnya dalam diri manusia ada dorongan, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat itu ialah menangis, tertawa, berpikir, berkata, dan sebagainya. Adapun dorongan kebutuhan hidup adalah dorongan untuk mencapal
Kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani ialah pangan, sandang, dan pagan, sedangkan kebutuhan rohani nicliputl kebahaglaan, kesejahteraan, kepuasan, hiburan, clan sebagainva.
Dalam mencukupi kebutuhan itu, balk kebutuhan kodrat maupun kebutuhan hidup manusia tak dapat mencapal sendiri, melainkan harus dengan bantuan orang lain.
Abraham Maslow mengategorikan kebutuhan manusia menjadi lima macam, yang merupakan lima harapan manusia, yaitu:
1.     Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (sulvival).
2.     Harapar untuk memperoleh keamanan (safety).
3.     Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (beloving and love).
4.     Harapan memperoleh status atau untuk diterima atau dick,:: lingkungan.
Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-cita