Minggu, 08 Januari 2012

Bahan Kuliah ISBD 02

MANUSIA DAN CINTA KASIH,
PENDERITAAN DAN KEADILAN

1.  MANUSIA DAN CINTA KASIH

a.  Arti Cinta Kasih
-         Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung-jawab.
-         Cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan, belas kasihan dan pengabdian.
-         Cinta kasih yang disertai dengan tanggung-jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.

Apabila dirumuskan secara sederhana, Cinta Kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung-jawab (akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan).

b.  Macam Cinta Kasih
Adanya beberapa macam cinta kasih, yaitu sebagai berikut.
1)  Cinta kasih antar orang tua dan anak.
Orang tua yang memper­hatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna di kemudian hari.

2)  Cinta kasih antara pria dan wanita.
Seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntai mawar merah, berarti is menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.

3)  Cinta kasih antara sesama manusia.
Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit clan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.

4)  Cinta kasih antara manusia dan Tuhan.
Apabila seorang tact beribadah, menurut perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan penciptanya.
5)  Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya.
Apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya,menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena­mena atau dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.

c.  Ungkapan  Cinta Kasih
Cinta kasih merupakan ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan tingkah laku, seperti :

1)  Ungkapan dengan kata-kata atau pernyataan, misalnya ungkapan. Aku cinta padamu.

2)  Ungkapan dengan tulisan, misalnya surat cinta, surat Ibu kepada putrinya. Ungkapan dengan gerak, misalnya salaman, pelukan, ciuman clan rangkulan.

3)  Ungkapan dengan media, misalnya setangkai bungs, benda suvenir dan benda kado.

4)  Ungkapan­ dalam bentuk karya budaya, misalnya seni suara, seni sastra, seni drama, film, dan seni lukis.

“Orang yang mempunyai perasaan cinta kasih, hidupnya penuh gairah, banyak inisiatif, dan penuh kreatif”

Bagi seniman perilaku cinta kasih dituangkan dalam bentuk karya budaya sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusiaan yang terungkap melalui karya budaya itu.

2.  MANUSIA DAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenang­kan.

Beberapa contoh bentuk penderitaan :
a.  Al-Quran maupun kitab suci agama lain banyak menguraikan penderitaan mariusia, sebagai peringatan bagi manusia.

b.  Hampir semua karya besar dalam bidang seni dan filsafat lahir dari imajinasi penderitaan. Epos Ramayana, Maha Bharata dan La Galigo merupakan salah satu contoh cerita yang penuh penderitaan.

c.   Karya Shakespeare pun banyak mengungkapkan penderitaan batin yang dialami para pelakunya. Dalam drama Romeo and Juliet, Shakespeare ingin mengomunikasikan penderitaan batin dua remaja yang sedang dilanda cinta. Kedua orang tuanya saling bermusuhan, sehingga tak mungkin bagi mereka untuk melangsungkan cintanya sampai jenjang perkawinan.

d.  Betapa  terharu dan pilu hati pembaca, atau penonton (film) menyaksikan ketragisan kedua remaja itu yang berakhir dengan kematian. Di sini kita dihadapkan pada pihak-pihak Yang dicekam oleh harga diri yang palsu atau lebih tepat kesombongan orang tua. Karena sifat dan sikap yang congkak itu, anak mereka sangat dicintai menjadi korban.

e.  Dalam riwayat Nabi-Nabi Allah sebagian besar hidupnya mengalami penderitaan yang luar biasa demi menegakkan kebenaran ditengah-tengah umatnya.

f.    Dalam riwayat hidup Budha Gautama, yang dipahatkan dalam bentuk relief pada dinding candi Borobudur kita juga melihat adanya penderitaan. Meskipun berupa relief, hati kita pilu dan haru pada saat melihatnya.

g.  Kalau kita baca buku riwayat hidup orang-orang besar, semuanya dimulai dengan penderitaan. Misalnya Sukarno, Hatta dan Hamka dan sebagainya mengalami penderitaan yang hebat pada masa perjuangannya.

Pada waktu kita membaca kitab suci dan riwayat hidup para tokoh tersebut di atas, kita dihadapkan pada jiwa besar, harga diri, berani karena benar, rasa tanggung-jawab, semangat membaca, dan sebagainya.
Semua itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Di sana tidak kita temui jiwa munafik, plin-plan, cengeng, dengki, iri hati dan sebagainya.

a.  Siksaan
Apabila berbicara tentang siksaan, terbayang di benak kita sesuatu yang sangat mengerikan, bahkan mendirikan bulu kuduk kita.

Siksaan manusia juga menimbulkan kreativitas bagi orang yang pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan langsung atau tak langsung. Hal itu terbukti dengan banvaknva tulisan, balk berupa berita, cerpen, ataupun novel yang mengisahkan siksaan.

Dengan membaca hasil seni yang berupa siksaan, kita akan dapat mengambil hikmahnya. Karena kita dapat menilai arti manusia, harga diri, kejujuran, kesabaran, dan ketakwaan, tetapi juga hati yang telah dikuasai nafsu setan, kesadisan, tidak mengenal penkemanusiaan, dan sebagainya.

b.  Rasa Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang penderita akibat menderita suatu penyakit. Rasa sakit ini dapat menimpa setiap manusia. Kaya-miskin, besar-kecil, tua-muda, berpangkat atau rendahan tak dapat menghindarkan diri darinya. Orang bodoh atau pintar, bahkan dokter sekalipun.

Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dan lainnya tak dapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibatnya. Karena siksaan, orang merasa sakit; dan karena merasa sakit, orang menderita. Atau sebaliknya, karena penyakitnya tak sembuh-sembuh, ia merasa tersiksa hidupnya, dan mengalami dan penderitaan.

c.  Neraka
Dalam Al-Quran banyak ayat yang berisi tentang siksaan di neraka atau ancaman siksaan. Surat-Surat itu antara lain Surat Al-Fath avat 6 yang artinya:
Dan supaya dia menyik-sa orang-orang yang munafik lak-i-laki dan perempuan, orang-orang yang musyrik laki-laki dan perempuan yang mempunyai persangkaan jahat terhadap Allah. Mereka mendapat giliran buruk. Allah memurkai mereka; dan menyediakan neraka jahanam baginya. Dan neraka Jahanam itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.(Q.S. Al-Fath : 6)

3.  MANUSIA DAN KEADILAN
a.  Keadilan
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara penuntut hak dan orang yang menjalankan kewajiban.

Sebagai contoh, seorang karyawan yang hanya menuntut hak kenaikan upah tanpa meningkatkan hasil kerjanya cenderung disebut pemeras. Sebaliknya, seorang majikan yang terus-menerus memeras tenaga orang lain, tanpa memperhatikan kenaikan upah dan kesejahteraannya cenderung memperbudak pegawainya.
Sila kelima Pancasila berbunyi: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Anda hafal kalimat itu, tetapi mengenai arti adil dan keadilan, sudahkah terealisasi ?.
b.  Kejujuran
-         Jujur atau kejujuran berarti sesuai dengan hati nurani.
-         Jujur berarti bersih hati dari perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.
-         Jujur berarti pula menepati janji, baik yang telah terlahir dalam kata-kata maupun dalam niat, dengan cara menepati niatnya.
Sikap jujur mewujudkan keadilan, sedangkan keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan, menciptakan budi pekerti yang luhur.
Pada hakikatnya, kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya persamaan hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.

c.  Kecurangan
Curang atau kecurangan artinya tidak sesuai dengan hati nurani. Namun, bisa saja, seseorang telah berbuat curang agar memperoleh keuntungan tanpa harus berusaha keras. keuntungan di sini adalah keuntungan yang berupa materi.

Apabila hati manusia telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki ia akan melakukan perbuatan yang melanggar perbuatan norma tersebut, dan terjadilah kecurangan.

Pujowiyatno dalam bukunya filsafat Sana-sini menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya berbohong, menipu, merampas, dan lain-lain yang tergolong perbuatan buruk.

d.  Pemulihan Nama Baik
Penjagaan nama baik nama baik adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku atau perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya.

Tingkah laku dalam mempertahankan nama baik pada hakikatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu:
1.    Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral.
2.    Adanya aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar